Date: 8/20/2008
JEMBER, 15 JANUARY
Satu kisah tentang cintaaYang membuatku terpanaa Satu kisah tentang laraayang membuatku terlukaa Membuatku berlari tanpa artiamembuatku menari tanpa hentia Aku tak memiliki pagi lagi aaku tak melihat pelangi lagia Aku telah MATI..cintaku telah pergia. Hanya satu warna dalam hidupkuayang hadir dari masa lalua Satu kata dalam kitabkuayang membuatku tegar dalam pilua Satu kasih yang berlalua.satu kisah yang kembalia Dan satu misteri di esok pagiaAPAKAH AKU MASIH SANGGUP MENITI HARIa Bila saja kau tahu betapa aku CINTAa Bila saja kau tahu betapa aku selalu ingin BERJUMPAa Bila saja kau tahu aku yang selalu MERANA.. BILA KAU TAK ADA.. Aku selalu sendiri meniti SEPIa Aku selalu menyanyi ditengah malam yang SUNYI.. MENGHARAP KAU DATANGa Menghilangkan segala gundah.. Menghapus segala resaha dalam setiap malamku ku ingin kau disisiku.. Resah datang saat pagi dan petanga. Ribuan galau dan jutaan kemunafikana Aku rapuh dalam kesendiriana. Namun aku tegar dalam kerapuhana Itulah kisah kua. Yang kubisikkan pada mentari dipagi haria yang kuteriakkan pada lautan yang luas tak bertepia Namun aku sadar dalam kepiluan a Inilah takdir yang indah untukku.. Dari DIA sang pemilik takdira. Kini aku relaa Walau hanya menatap bintang dari kejauhana Walau hanya mencumbu awan dengan khayalana Karena akulah raga tanpa jiwaa Akulah pelangi tanpa warnaa Aku selalu berteman dengan sepia tanpa mentaria. Aku tak ingin berfikir tentang haria Karena aku telah matia. biarlah kuberlaria. meniti pelangia. tanpa cinta..tanpa dusta.. dan tanpa perih yang menderaa aku tak ingin ada yang terlukaa karena aku hanya mendung a yang selalu menggantung a tanpa senandunga aku hanyalah petanga yang datang tanpa suaraa gulita yang ada a.. tanpa maknaaa.. Inilah duniakua. Terluka dan di tinggalkana. Selalu terhina a Selalu meranaa. Namun aku selalu tersenyum melihat badai dan topan Aku nikmati semua bara yang membakara Aku sadar cintaku hancura Namun aku tak ingin masa depanku sperti pasir di lautan.. Aku ingin menjadi bintanga Yang abadi di tempat yang tinggia. Aku ingin seperti purnama a yang benderang saat malam datang.. Tuhan ..rengkuh aku dalam kebenaran a Bawa jiwaku ke semesta diatas sanaa. Ku dengar bisikan angin ia ceritakan padku tentang rindu.. Aku hanyut dan tertegun dalam pilua Aku dengar bisikan ombaka. Ia critakan padaku tentang rembulan yang sewindu tak bertemu.. oh tuhan aku lelah nelalui malama.. aku selalu menangis menunggu pagia namun akhirnya aku menyadari.. bahwa aku tak sedang bermimpia inilah kisahkua ditengah badai dan topana aku tersenyum menatap senjaa untuk yang pertama disepanjang hayatkua biarlah aku pasraha. kepada takdir ilahi a. yang kan menuntunkua pada keindahan nirwanaa Aku ingin mendaki kepuncak yang tinggia Dan bernyanyi ditengah savana yang indah tiada taraa Dengan seekor merpati yang menemania Tuhan.. Bukan aku yang menyakiti pelangia Bukan aku yang membuat langit menangisa Aku hanya lelah a. Oleh badai dialam inia Aku hanya ingin sendiri meniti sepia.. Biarlah ragaku menapaki bumia Namun jiwaku bermain dengan rimba dan lautana Hingga nantiasaat kumatia Bidadari bergaun putiha Hibur aku dalam liriha. Usap air mataku bila sediha bidadari bergaun putiha tinggallah temani aku hilangkan semua perih.. Aku bukan pujangga.. Yang pandai merangkai kata cinta.. Aku bukan arjunaa Yang selalu dipuja oleh setiap wanita.. Namun akulah mendunga Yang menggantung dengan murung.. Akulah badai a Yang mengamuk didalam ngaraia. Akulah kematian bagi cintaa Akulah air mata bagi segala jiwaa Aku ingin cintaku seperti karanga Yang tegar disaat ombak datang menerjanga Aku ingin cintaku seperti melatia Yang putih dan sucia. Aku ingin cintaku sperti mentaria Yang selalu menyinari dan tak pernah matia Aku ingin cintaku seperti lautana Yang indah bercermin awana.. Aku ingin cintaku seperti semestaa Yang selalu ada hingga ahir masaa Akulah cinta yang hinaa Yang rapuh hingga tak bisa bersuaraa Aku hanyut di tengah samudraa Hariku hanya tinggal malapetakaa angin itu yang menyapaa. dan membuatku tegar walau penuh luka yang mengangaa hingga aku terlelap dalam gelapa dan brmimpi tentang seekor camara yang yang membawaku melayang ke atas bintang yang berpijar.. Siang dan malam aku meratapa Menanti cinta yang aku pujaa Tanpa peduli oleh terik mentaria Aku berdiri diatas bukit yang tinggia Peri cinta dlaam khayalana. Datanglah dan temani aku dalam buaiana Aku rindu di rengkuhmua Aku gagu tanpa hadirmua jangan biarkan aku terpuruk dalam kehinaana jangan biarkan aku terbawa oleh angkara murkaa karena sungguh aku nelangsa bila kau tak ada.. aku terluka bila kau menduaa Untukmu satu rindukua Didalam ruang dan waktua hingga nanti aku matia dan kembali menghadap ilahi.. biarlah kau sekedar mimpi di dunia inia biarlah kau sekedar ilusi yang aku milikia namun kelak di nirwanaa kaulah bunga yang kupuja.. kaulah cintaa yang kumiliki selamanyaa Aku tak ingin mencinta dan terluka.. Aku tak ingin mencinta dan terhina.. Cukup sudah aku lelaha Cukup sudah aku pasraha Ingin keuberikan seluruh jiwa dan ragaa Pada dia yang tercintaa Namun aku bukan siapa-siapa.. Yang bisa di puja sepanjang masaa Demi semua pelangi di alam ini a Aku mencintanya hingga ku matia Dialah peri cinta dialam ini.. Dialah imaji setiap kali ku bermimpia dialah kekasih dalam hayalana dialh cinta dlm buaian..
Comments (1)
Blogs
Main