click

Date: 8/20/2008

Tentang Kegelisahan..

Kau Tahu Kekasih Kau Tahu kekasih ? Kehidupan tetap berjalan dengan semestinya dan rupanya masa telah meninggalkan kita dalam kehidupan yang semakin menua, tidakkah kau ingat saat bulan sabit yang tersipu malu bersembunyi di balik awan ketika kubelai kepalamu yang kecil diatas bumi yang lembut, juga butir embun yang membasahi wajah kita ? dan suara air yang berusaha menggapai kita, lalu desir angin yang membuat jarak kita semakin merapat ..... oh betapa asyiknya jika sedang membayangkan wajah kekasih. Kasih, saat ini bulan menjadi purnama, aku melihatnya dengan mata yang sembab kau tahu kenapa ? sebab kali ini aku membayangkanmu dengan rindu yang menggila. Adakah kau melihat bulan purnama yang menyembul dibalik tirai hitam ???. Pasti saat ini mimpi telah membuaimu di alam bawah sadar, dan rambutmu yang subur kau urai lalu lusuh karena tertindih kepalamu yang kecil. Adakah tangan lelaki yang beruntung yang dapat membelai rambutmu?. Malam begitu dingin dan saat ini kau pasti memakai baju tidur yang hangat atau selimut yang tebal, aku ingat sekali bahwa kau tidak begitu tahan pada hawa dingin, aku yakin kakimu yang mungil kau sembunyikan dibawah selimut. Kau tahu ? wajahmu memang biasa saja, hanya sedap untuk dipandang mata tapi tampak indah ketika tidur, seperti purnama di subuh buta yang membawakan embun pada mawar. Matamu yang tertutup menampakkan bahwa jika ia terbuka maka mata itu pasti begitu indah, sebening embun dipagi hari dikebun mawar, berkilauan ketika dibias sinar mentari yang merona merah. Meski bulu matamu itu tidak begitu lentik dengan alis yang juga tidak begitu tebal, tapi aku suka sekali memandangnya. Asal kau tahu kau semakin manis ketika tersenyum, seperti mawar yang merekah di subuh buta bahkan mataharipun malu jika kau tersenyum, ia akan sembunyi di balik awan karena senyummu tak pernah kau sembunyikan dan tak pernah berhenti mengalir dari bibirmu walau bibirmu tidak seindah bibir milik Salma Hayek tapi aku suka memandangnya apalagi ketika kau tersipu malu pipimu bak tulip yang menghampar dipadang. Ada saja orang yang menjalani hidupnya, dengan biasa saja dan juga ada yang menjalani dengan kesibukan-kesibukannya, bahkan ada juga yang menjalani dengan berjalan diatas kesunyian. Selalu saja mencari kesunyian dan ketenangan bathin. Biar saja yang terpenting kau tetaplah menjalani hidupmu dengan sederhana seperti yang pernah kau katakan padaku pada waktu itu, dan aku akan tetap seperti yang dulu tidak berubah, selalu saja memendam cintaku padamu dan tak akan pernah aku ungkapkan padamu . Biarlah ini menjadi rahasia antara aku dengan Tuhanku, pena, kertas, dinding kamarku dan semesta yang memberikan ruang untuk perenunganku pada saat gelisah, tapi pasti suatu saat rahasia ini akan kau ketahui juga tapi entah sampai kapan biarlah waktu yang bicara, karena hanya Tuhan yang tahu yang terbaik untuk semesta karena ialah DZAt yang memelihara Langit dan Bumi tanpa merasa keberatan, dan Ia juga yang meniupkan rasa cinta ini pada hati. Terus saja jalani kehidupanmu dengan senyuman dan hati yang ikhlas karna aku tak ingin melihatmu dengan wajah kusam,karena aku tahu Tuhan menyayangi orang yang menjalani hidupnya dengan hati yang ikhlas. Asal kau tahu ada seseorang disudut bumi ini yang bahagia jika melihatmu bahagia walau ia hanya bisa memandangmu saja tanpa bisa membelai hatimu. Tuhan telah memberiku hati dan dengan KebesaranNya ia mengolah hati menjadi tanah dan ditumbuhi tumbuhan yang namanya Cinta, ia tumbuh subur di tanah hati dan pada alam kecil yang namanya jiwa, begitu suburnya ia sampai-sampai tiada satu penyakitpun yang dapat merusaknya karena ia terlindungi oleh kesetiaan. Ia hidup dari api rindu yang membuatnya bergairah dan kehausan, hati ini adalah tanah dengan bibir yang kering dan terbakar ! adakah air yang bersumber dari mata air kasih sayang ? kalau ada bawalah dan guyur saja aku, biar basah sekalian. Rupanya malam semakin larut, udara bertambah dingin. Dan mataku semakin tidak bisa tidur, tapi apalah artinya mata yang terpejam jika hati ini selalu terjaga. Lalu aku bertanya pada orang yang tidur, apakah cinta itu dapat membunuh seseorang ?. Dalam mencintaimu aku telah menerima hukumannya, kesunyian merebak. Aku telah menempuh jalan hidup, tetapi kini telah menjadi malam dipertengahan jalan. Pernah aku memalingkan hatiku pada yang selain engkau, tapi hati tak mau berpindah pada yang lain, kau tahu akibatnya hati ini malah semakin menjauh dariku ia tidak mau bercerita lagi tentang kau, ia membisu dan dalam kebisuannya jiwa menjadi linglung, hilang kesadaran. Bagaimana aku akan mengganti tumbuhan yang telah menjadi pohon sedangkan pohon itulah satu-satunya penyubur tanah hati yang jika mencabutnya berarti merusak tanah hati ?


Blogs
Main